Posts

Showing posts with the label rezeki

Doa agar lapang rejeki

Bismillahirohmannirrohim Assalamulaikum wr. wb. Di dalam perjalanan hidup kita,ibarat roda yang berputar, terkadang kita berada di atas dan suatu ketika kita berada di bawah. Bila sedang berada di atas segala sesuatu terlihat "indah", rejeki terasa melimpah dan mudah, tetapi kondisi ini seringkali membuat orang "lupa" bahwa suatu ketika akan datang masa "sulit". Dan ketika kita berada di bawah, segala sesuatu terlihat "gelap", rejeki terasa sedikit dan sulit. Tentunya bagi seorang muslim yg baik apabila rejeki terasa melimpah maka dia akan banyak bersyukur kepada Allah swt dan apabila rejeki terasa sempit maka dia akan bersabar di dalam berusaha. Para ulama kita menyadari betul tentang kondisi di atas, oleh karenanya mereka seringkali menganjurkan

Maulid Nabi : Perbanyak Shalawat Kepada Nabi

Asssalamualaikum Bulan Rabi'ul Awwal adalah bulan kelahiran Nabi Besar Pemuka Alam Muhammad saw, sebagian besar umat Islam berharap keberkahan dan kemuliaan bershalawat kepada Beliau. Seperti sebagian besar umat Islam di dunia, Umat islam di Indonesia ikut menyelengarakan Maulid Nabi. Tokoh yg paling pertama menyelenggarakan maulid adalah Al Malik Al-Muzhaffar Abu Said, seorang pejabat di Kota Irbil di wilayah Moushul Irak. Pada Maulid ini Beliau memerintahkan Al Hafizh Ibnu Dahiya utk menuliskan kisah maulid Nabi Muhammad saw, yg dikenal dengan nama At-tanwir fi mawlid as siraj al munir, yg merupakan kisah kelahiran dan perjalanan hidup Nabi saw yg pertama kali. Sebagaimana kita ketahui, bahwa kita dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi saw, apalagi ketika kita berada di dalam bulan rabiul awal yg merupakan bulan kelahiran nabi saw. Innallaha wa malaikatihi yu sholuuna alannabi...

FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH

Kepentingan pembangunan–seperti juga pada jaman revolusi, yaitu kepentingan revolusi–ternyata tidak hanya memerlukan dalil aqli, tapi juga dalil naqli. Apalagi jika masyarakat menjadi subyek–atau obyek–pembangunan justru “kaum beragama”.Apabila pembangunan itu menitikberatkan pada pembangunan material (kepentingan duniawi), meski konon tujuannya material dan spiritual (kepentingan akhirat), maka perlu dicarikan dalil-dalil tentang pentingnya materi. Minimal pentingnya menjaga “keseimbangan” antara keduanya (material bagi kehidupan dunia dan spiritual bagi kehidupan akhirat). Maka, dalil-dalil tentang mencari–atau setidak-tidaknya tentang peringatan untuk tidak melupakan–kesejahteraan dunia, pun perlu “digali” untuk digalakkan sosialisasinya. Tak jarang semangat ingin berpartisipasi dalam pembangunan material-- yang menjadi titik berat pembangunan– ini mendorong para dai dan kyai justru melupakan kepentingan spiritual bagi kebahagiaan akhirat. Atau, setidaknya, kurang proporsional...

Bab Rezeki Allah SWT...

Bismillah...Rasulullah bersabda...Jika di pagi buta seseorang telah mengadu pada manusia akan nasib hidup yg menimpa sungguh ia telah kufur atas rezeki Tuhannya... Selamat pagi poro sedulur berhubung lom bisa tidur lagi, ya corat coret tembok iqro aja lagi ye...hehehehe Seperti biasa tulisan ini bukan utk menggurui tapi sekedar berbagi dan melampiaskan hasrat menulis aja...hehehehe...kalo dipikir-pikir nih, kite sebagai manusia ini memang keterlaluan...kalo kata bang rhoma irama...terlaaluu...rezeki sudah dijamin dan di kasih ame Allah...bukannya bersyukur eeh malah terus merasa kurang...kurang...kurang dan kurang...sepertinya Allah itu tuhan yg pelit gitu...kalo cuma merasa kurang sih mending...celakanya ini malah diumumkan ke orang di kanan kiri kita, tetangga, mertua, paman, bibi...atau bahkan ke seluruh makhluk hidup yg ada...sampe pada tau dah satu pesbuk ato satu kampung bahkan satu negara betapa susahnya hidup kite...hehehehe...mengeluh itu wajar...manusiawi...tapi liat-liat...