Posts

Showing posts with the label KH Mustafa Bisri

Puisinya Gus Mus

Image
Mustofa Bisri KH. A. Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus,lengkapnya , Belia u lahir di Rembang, Jawa Tengah 10 Agustus 1944,adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang dan menjadi Rais Syuriah PBNU. Ia adalah salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa dan sekaligus perancang logo PKB yang digunakan hingga kini. Sahabat Gus Dur ini merupakan salah satu dari sekian banyak kyai yg menjadi pelaku sastra. Banyak sudah karya sastra yang telah beliau tulis, baik itu puisi,cerpen,maupun tulisan-tulisan yang berkaitan dengan agama dan kondisi sosial masyarakat. Salah satu cerpen beliau, Gus Ja'far, pernah menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Karena saya sejenis manusia yang terkadang suka membuat puisi, makanya saya pun mengkoleksi beberapa puisi beliau yang sarat dengan makna spiritual seperti "bagimu", "di arafah" , "di pelataran agung-Mu nan lapang" , "sujud"   "sy...

FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH

Kepentingan pembangunan–seperti juga pada jaman revolusi, yaitu kepentingan revolusi–ternyata tidak hanya memerlukan dalil aqli, tapi juga dalil naqli. Apalagi jika masyarakat menjadi subyek–atau obyek–pembangunan justru “kaum beragama”.Apabila pembangunan itu menitikberatkan pada pembangunan material (kepentingan duniawi), meski konon tujuannya material dan spiritual (kepentingan akhirat), maka perlu dicarikan dalil-dalil tentang pentingnya materi. Minimal pentingnya menjaga “keseimbangan” antara keduanya (material bagi kehidupan dunia dan spiritual bagi kehidupan akhirat). Maka, dalil-dalil tentang mencari–atau setidak-tidaknya tentang peringatan untuk tidak melupakan–kesejahteraan dunia, pun perlu “digali” untuk digalakkan sosialisasinya. Tak jarang semangat ingin berpartisipasi dalam pembangunan material-- yang menjadi titik berat pembangunan– ini mendorong para dai dan kyai justru melupakan kepentingan spiritual bagi kebahagiaan akhirat. Atau, setidaknya, kurang proporsional...

Hakikat Ikhlas

Kami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa --rahimahumullah, masing-masing berkata," Aku bertanya kpd Sayyid Guru Umar Hamdan tentang hakikat IKHLAS." dan beliau pun berkata," Aku pernah bertanya kpd guruku Syeikh Sayyid Muhammad Ali Al-Witri tentang hal itu dan beliau berkata, "Aku pernah bertanya tentang hal itu kpd guruku Syeikh Abdul Ghani Al-Mujaddidi, beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Muhammad Abid As-Sindi Al-Anshari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Shiddiq bin Ali Al-Mizjaji, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Hasan Al-Ujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad al-Qasysyasyi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad Syanaawi, beliau berkata : Aku pern...